Pernahkah Anda merasa hidup terasa terlalu berat?
Bertanya dalam hati, “Ya Allah, kenapa aku diuji?” atau “Mengapa orang baik justru sering terluka?” Pertanyaan-pertanyaan ini wajar muncul ketika hati sedang rapuh dan pikiran penuh beban.
Namun, di balik setiap ujian selalu ada pesan, pelajaran, dan kasih sayang Allah yang kadang tak kita sadari.
Buku Ya Allah Kenapa Aku Diuji karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menghadirkan jawaban mendalam yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis, serta nasihat para ulama arif.
Anda akan diajak memahami hakikat ujian hidup—bahwa cobaan bukan hukuman, melainkan cara Allah memuliakan, menguatkan, dan menyiapkan Anda untuk menerima nikmat yang lebih tinggi.
Penjelasan yang lembut namun kuat membuat Anda merasa dipeluk, bukan dihakimi.
Bayangkan memiliki ketenangan baru dalam menghadapi masalah.
Luka yang dulu terasa pedih kini perlahan berubah menjadi pelajaran berharga.
Buku ini membantu Anda melihat sisi terang di balik kesulitan, memahami bahwa para nabi pun pernah melalui derita yang jauh lebih berat, namun mereka tetap tegar dan penuh harapan.
Ditambah lagi, bagian “Kamus Bahagia” dari Dr. Al-Qarni memberikan 30 kunci ketenangan yang bisa Anda rujuk kapan saja untuk menguatkan hati.
Karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dikenal sarat hikmah dan menjadi rujukan banyak pembaca di seluruh dunia. Isi buku ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga keteduhan batin.
Bahasa yang digunakan hangat, menyentuh, dan mudah dipahami, membuat Anda merasa seperti sedang dituntun perlahan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang makna hidup dan ujian.
Kini saatnya mengubah keluhan menjadi kekuatan.
Dapatkan Ya Allah Kenapa Aku Diuji hari ini dan biarkan setiap halamannya menenangkan hati serta menegakkan kembali semangat Anda.