Di era modern, banyak orang berusaha menjalani hidup yang “seimbang”—antara pekerjaan, keluarga, dan kehidupan pribadi. Tapi kenyataannya, nggak sedikit yang justru merasa lelah, hidupnya terasa terpecah, bahkan kehilangan makna.
Dari kegelisahan itulah buku ini lahir: sebenarnya, bagaimana sih cara menjalani hidup yang utuh dan benar-benar seimbang?
Buku ini mengajak kita melihat ulang konsep work-life balance.
Selama ini, keseimbangan sering dipahami sekadar membagi waktu antara kerja dan kehidupan pribadi.
Padahal, dalam Islam, kerja bukan sesuatu yang terpisah dari hidup, apalagi dari ibadah.
Justru, apa pun yang kita lakukan, mulai dari bekerja, belajar, sampai hal-hal sederhana sehari-hari, bisa bernilai ibadah kalau dilakukan dengan niat dan cara yang benar.
Di sinilah Work-Life Barakah dipahami sebagai bentuk work-life balance dalam perspektif Islam. Artinya, keseimbangan bukan lagi soal membagi waktu, tapi menyatukan kerja, iman, dan kehidupan dalam satu kesatuan.
Karena Islam bukan cuma ada di masjid atau di atas sajadah, tapi hadir dalam setiap tarikan napas dalam cara kita hidup, bekerja, dan menjalani hari.
Buku ini juga membahas berbagai tantangan hidup di zaman sekarang mulai dari hustle culture, ilusi produktivitas, sampai tekanan sosial di era digital—dan menawarkan solusi lewat konsep barakah: bahwa hidup tidak hanya soal banyaknya hasil, tapi juga kualitas, makna, dan dampaknya.
Alwi Fajri dalam buku ini mengajak kita kembali ke hakikat hidup sebagai seorang Muslim: menjalani seluruh aspek kehidupan sebagai ibadah, tanpa harus kehilangan peran dan produktivitas di dunia modern.