Bayangkan harus meninggalkan rumah, keluarga, sekolah, pekerjaan, dan seluruh kehidupan yang pernah dikenal.
Bukan untuk mengejar impian, tetapi demi menyelamatkan diri dan mempertahankan harapan.
Di berbagai belahan dunia, jutaan manusia menjalani kenyataan tersebut.
Konflik, perang, dan ketidakadilan memaksa mereka melangkah menuju tempat asing tanpa kepastian apakah suatu hari dapat kembali pulang.
Melalui buku We Are Displaced, Malala Yousafzai menghadirkan kisah nyata para perempuan muda yang mengalami pengungsian.
Mereka bercerita tentang kehilangan, ketakutan, perjalanan panjang, serta keberanian memulai kehidupan kembali dari nol.
Setiap halaman mengajak pembaca melihat bahwa menjadi pengungsi bukan sekadar berpindah tempat.
Ada rumah yang ditinggalkan, identitas yang dipertahankan, dan martabat yang terus dijaga di tengah keadaan yang rapuh.
Dituturkan dengan jujur dan menyentuh, buku ini membuka sudut pandang tentang arti rumah, kemanusiaan, keteguhan hati, dan harapan.
Kisah-kisah di dalamnya menunjukkan bahwa seseorang dapat kehilangan tempat tinggal, tetapi tidak harus kehilangan keberanian untuk melanjutkan hidup.
We Are Displaced bukan sekadar buku tentang perang dan pengungsian.
Ini adalah pengingat bahwa di balik setiap angka dan berita, ada manusia dengan keluarga, impian, serta masa depan yang layak diperjuangkan.
Bacalah kisah-kisah yang mungkin jauh dari kehidupan kita, tetapi begitu dekat dengan rasa kemanusiaan.
Miliki buku We Are Displaced karya Malala Yousafzai sekarang.