Pernah merasa bekerja paling keras, tapi promosi justru jatuh ke orang lain?
Anda disiplin, loyal, kompeten namun karier seperti jalan di tempat.
Jika ini terasa familiar, mungkin ada satu hal penting yang belum Anda pahami.
Dunia kerja tidak hanya digerakkan oleh kinerja, tetapi juga oleh dinamika relasi, pengaruh, dan strategi.
Politik kantor bukan sekadar gosip atau intrik tapi adalah realitas yang menentukan siapa didengar, siapa dipromosikan, dan siapa tertinggal.
The Art of Omong Kosong karya Hasto Suprayogo membuka sisi yang jarang dibahas ini dengan jujur dan lugas, berdasarkan pengalaman panjang di perusahaan nasional dan multinasional.
Bayangkan Anda mampu membaca arah keputusan sebelum diumumkan.
Mampu membangun pengaruh tanpa terlihat menjilat.
Mampu berbicara tepat waktu dengan kalimat yang tepat sehingga atasan dan rekan kerja melihat nilai Anda.
Buku ini tidak mengajarkan manipulasi, tetapi kecerdasan sosial dan strategi profesional agar Anda tidak lagi menjadi korban keadaan.
Ditulis dari pengalaman nyata, buku ini menyajikan refleksi dan strategi praktis yang relevan dengan realitas dunia kerja Indonesia.
Bukan teori kosong, bukan motivasi sesaat melainkan panduan untuk bertahan dan berkembang di lingkungan kompetitif dengan cara yang elegan dan terarah.
Jika Anda ingin berhenti menjadi “pekerja keras yang terabaikan” dan mulai menjadi profesional yang diperhitungkan, inilah waktunya.
Miliki The Art of Omong Kosong sekarang, pahami permainannya, dan melangkahlah dengan strategi.
Karena di dunia kerja, kerja keras saja tidak cukup, Anda harus cerdas membaca medan.