Bagaimana Cinta Bertahan di Tengah Adat yang Kaku? Temukan Jawabannya di Buku ini!

-
Apakah Anda pernah merasa cinta Anda terhalang oleh norma dan adat yang kaku?


Buku "Tenggelamnya Kapal Van der Wijck" oleh HAMKA, membawa Anda ke dalam pusaran cinta yang diuji oleh tradisi dan perbedaan sosial.


Dalam kisah ini, Zainuddin, seorang pemuda dari Minangkabau, dan Hayati, seorang gadis setempat, terjebak dalam dilema cinta yang terbelenggu oleh adat.


Mereka berjuang melawan batasan yang diberikan oleh masyarakat yang memandang status sosial dan keturunan lebih tinggi daripada kekuatan cinta.


Bayangkan merasakan setiap emosi dan konflik yang dialami oleh Zainuddin dan Hayati, saat mereka mencoba melawan norma untuk mencapai kebahagiaan sejati.


Buku ini tidak hanya berkisah tentang cinta, tetapi juga tentang perjuangan untuk keadilan dan persatuan, yang menggugah hati setiap pembaca.


Ditulis oleh Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA), seorang intelektual dan penulis terkemuka, buku ini telah menjadi karya klasik yang dicintai dan dihormati di Indonesia, memberikan inspirasi dan pelajaran hidup yang mendalam kepada generasi pembaca.


Jangan lewatkan kesempatan untuk menyelami kedalaman Buku "Tenggelamnya Kapal Van der Wijck".


Pesan buku ini hari ini dan saksikan bagaimana cinta yang tulus dapat menguji batas-batas tradisi dan adat.


Klik tombol 'Pesan Sekarang' di bawah ini untuk membeli dan mulai petualangan emosional yang akan Anda kenang selamanya!

Tentang Penulis

Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka lahir di Agam, Sumatra Barat, 17 Februari 1908. 

Ia adalah putra tertua dari tujuh bersaudara.  Dididik dalam keluarga Muslim, ayahnya adalah Abdul Karim Amrullah, seorang ulama pembaharu Islam di Minangkabau. 

Ibunya bernama Siti Shafiyah, berasal dari keluarga seniman asal Minangkabau. 

Sebelum mengenyam pendidikan formal, Hamka lebih dulu tinggal bersama neneknya di selatan Maninjau. 

Lalu, saat ia berusia enam tahun, Hamka pindah untuk tinggal bersama ayahnya di Padang Panjang. 

Sesuai dengan tradisi Minang, Hamka harus belajar Al-Qur'an dan tidur di masjid dekat rumah keluarganya. 

Setelah itu, pada 1915, Hamka mendaftar di SMKA Sultan Muhammad, sekolah di mana ia belajar mengenai ilmu pengetahuan umum. 

Dua tahun setelahnya, ia bersekolah di Sekolah Diniyah. Kemudian pada 1918, ayahnya mendaftarkan Hamka di Thawalib Sumatera. 

Karena merasa tidak puas dengan kondisi pendidikannya saat itu, ia sering mengunjungi perpustakaan yang dikelola oleh salah satu gurunya, Afiq Aimon Zainuddin.

Hamka kerap membaca buku-buku yang mengulas tentang Jawa Tengah. Akibatnya, ia pun berkeinginan untuk pindah ke Jawa.  Setelah empat tahun sekolah, pada 1922, Hamka pindah ke Parabek untuk belajar di bawah asuhan Aiman Ibrahim Wong.

Setelah satu tahun berada di Jawa, ia kembali ke Padang Panjang pada Juli 1925. Di sana ia menulis majalah pertamanya bertajuk Chatibul Ummah yang berisikan tentang kumpulan-kumpulan pidato yang ia dengar di Surau Jembatan Besi. 

Pada 1927, Buya Hamka memutuskan untuk pergi ke Mekah. 

Selama di Mekah, Buya Hamka belajar mengenai bahasa Arab. 

Di Mekah inilah ia bertemu dengan Agus Salim, salah seorang jurnalis juga. 

Setelah bertemu dengan Salim, Hamka diberi saran untuk lebih baik kembali ke Indonesia dan mengembangkan kariernya di sana. 

Akhirnya, Hamka memutukan untuk kembali ke Indonesia setelah tujuh bulan berada di Mekah.  Namun, Hamka tidak kembali ke Padang Panjang, melainkan ke Medan.

Hamka bekerja sebagai penulis di Majalah Pelita Andalas.  Namun, setelah ia menikah dengan Siti Rahim, Hamka lebih aktif dalam kepengurusan Muhammadiyah. 

Karena kegigihannya di Muhammadiyah, Hamka diangkat menjadi Ketua Muhammadiyah cabang Padang Panjang. 

Selanjutnya, pada masa pendudukan Jepang, tahun 1944, Hamka dipercaya menjadi anggota Majelis Darurat yang menangani masalah pemerintahan dan Islam. 
-

Daftar Isi

-
-

Spesifikasi Buku

-
Judul : Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

Penulis : Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka)

Halaman : 272 Halaman

Ukuran : 14.5 x 20.5 cm

Sampul : Soft Cover

ISBN : 978-602-250-416-0

Penerbit : Gema Insani

Bagaimana Buku ini Membantu Anda?

Pemahaman Mendalam tentang Konflik Kultural: Buku ini membantu pembaca memahami bagaimana adat dan tradisi dapat mempengaruhi kehidupan pribadi, terutama dalam konteks percintaan. Hal ini membuka wawasan tentang perjuangan individu yang berhadapan dengan norma-norma sosial yang kaku.
Refleksi tentang Cinta dan Pengorbanan: Kisah Zainuddin dan Hayati mengajarkan tentang kekuatan cinta dan pengorbanan. Pembaca dapat mengambil pelajaran dari kegigihan dan kesetiaan Zainuddin terhadap cinta sejatinya, meskipun dihadapkan pada rintangan berat.
Peningkatan Kecerdasan Emosional: Melalui perjalanan emosional tokoh-tokohnya, buku ini memberikan pelajaran tentang bagaimana mengelola emosi dalam situasi yang sulit, meningkatkan empati, dan memahami perasaan orang lain dalam situasi yang kompleks.
Menginspirasi Perjuangan untuk Keadilan: Buku ini menggugah kesadaran tentang pentingnya berjuang untuk keadilan sosial dan kesetaraan, dengan menyoroti dampak negatif dari diskriminasi dan prasangka sosial.
Apresiasi Sastra Klasik Indonesia: Pembaca akan mendapatkan kesempatan untuk mengapresiasi keindahan bahasa dan kedalaman narasi yang digunakan HAMKA, memperkaya pengalaman literasi dan pemahaman tentang sastra Indonesia klasik.
Inspirasi untuk Perubahan Pribadi dan Sosial: Cerita ini memotivasi pembaca untuk mempertanyakan dan, jika perlu, menantang norma sosial yang ada dalam masyarakat mereka. Ini membuka jalan untuk perubahan pribadi dan sosial menuju masyarakat yang lebih adil dan inklusif.

Berapa Harga yang Pantas untuk Buku ini?


Rp. 358.000

Hanya untuk Anda

DISKON 50%




179 Ribu



Klik Tombol di Bawah Untuk Pemesanan Via WhatsApp Secara Otomatis Tanpa Harus Mengetik. Pesan Sekarang Juga Stok Terbatas!

-

SEBAGIAN KEUNTUNGAN AKAN DIGUNAKAN UNTUK

AKTIFITAS SOSIAL DAN DIWAKAFKAN PADA YANG BERHAK

MEMBELI SAMA DENGAN BERWAKAF

Garansi dan Pengiriman

-
Bisa COD / Bayar Di Tempat
Malas ke ATM dan tidak Punya Internet Banking..? atau Anda lebih nyaman bayar ketika barang sudah sampai? Tenang.. dengan berbelanja di toko kami, Anda bisa membayarnya setelah barang sampai alias COD. Transaksi Dijamin 100% AMAN!
-
Garansi Uang Kembali
Apabila barang yang di terima cacat / rusak / tidak sesuai gambar / tidak sesuai pesanan, bisa dikembalikan / direturn. Dan Garansi 100% Uang Kembali, jika barang tidak sampai.
Social Media
Alamat
PT. Sanampan Kaya Bahagia Sanampan Office, Kp. Tabrik Desa Sindanglaya No. 11 RT. 02 RW. 08 Kec. Karangpawitan Garut Jawa Barat
081210543558
0817751168
sumberrezekibookstore.id@gmail.com
Metode Pengiriman
-
-
-
@2024 sumberrezekibookstore.id Inc.