Awalnya sebuah unggahan, lalu dibagikan, dibicarakan, dan mempertemukan banyak orang dengan keresahan yang sama.
Dari layar ponsel, suara itu bisa bergerak hingga ke jalanan.
Apa yang membuat orang-orang tergerak bersama, bahkan tanpa satu sosok pemimpin?
Buku Suara Rakyat Suara Tuhan karya Hendri Teja, dkk. mengajak pembaca memahami gelombang protes sosial yang melanda berbagai negara sepanjang 2019, dari Asia dan Afrika hingga Eropa dan Amerika Latin.
Di balik demonstrasi dan ramainya percakapan digital, ada harapan untuk didengar, mendapat ruang, serta mewujudkan pembagian kekuasaan dan kekayaan yang lebih merata.
Buku ini menelusuri fenomena “revolusi tanpa pemimpin”, ketika internet dan media sosial menjadi sarana penting untuk menghubungkan masyarakat dan membangun gerakan bersama.
Melalui pembahasannya, pembaca diajak melihat hubungan antara keresahan sosial, peran kelas menengah, dan kekuatan smartphone dalam menyebarkan gagasan.
Sekaligus memahami mengapa kemampuan pemerintah mendengarkan dan merespons masyarakat menjadi penting.
Bacaan ini menawarkan sudut pandang untuk memahami peristiwa di balik berita, memperkaya diskusi, dan melihat perubahan sosial dengan lebih kritis.
Karena memahami suara masyarakat dimulai dari mengenali apa yang melatarbelakanginya.