Setiap kata dalam Al-Qur’an tidak hanya menyampaikan pesan.
Di dalamnya terdapat cara berpikir, susunan gagasan, dan pandangan dunia yang saling terhubung.
Karena itu, memahami terjemahan saja terkadang belum cukup untuk menangkap kedalaman makna yang dikandungnya.
Lalu, bagaimana cara menyelami pesan Al-Qur’an melalui kosakata dan hubungan antarmaknanya?
Buku Semantik dan Ma’anil Qur’an karya Ahmad Sahidah mengajak pembaca mengenal pendekatan semantik Toshihiko Izutsu dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Sebuah pendekatan yang berusaha membiarkan Al-Qur’an menjelaskan dirinya melalui kata, konteks, serta keterkaitan makna di dalam ayat-ayatnya.
Melalui kajian dan analisis yang mendalam, Ahmad Sahidah membantu pembaca melihat bagaimana pendekatan tersebut digunakan untuk menggambarkan hubungan manusia, Tuhan, dan alam dalam pandangan dunia Al-Qur’an.
Buku ini relevan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, pengkaji Al-Qur’an, serta pembaca yang ingin memperluas wawasan mengenai semantik dan studi Ma’anil Qur’an.
Pembahasannya dapat menjadi pijakan untuk memahami bahwa pemaknaan sebuah kata tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan konsep-konsep lain yang membentuk satu kesatuan.
Saatnya melangkah lebih jauh dari sekadar membaca menuju pemahaman yang lebih utuh.
Miliki buku Semantik dan Ma’anil Qur’an sekarang dan temukan cara baru dalam menyelami struktur makna serta pandangan dunia Al-Qur’an.