Krisis ekonomi, ketimpangan, dan kerakusan pasar bukan sekadar persoalan angka.
Ada sesuatu yang lebih dalam yang terlewat.
Pernahkah terlintas bahwa Al-Qur’an sejak awal telah berbicara tentang ekonomi yang adil, bermakna, dan membawa keberkahan bagi manusia serta alam?
Buku Qur’anomic Ekonomi Qur’ani karya Dr. Setiawan Budi Utomo mengajak Anda membaca ulang ayat-ayat Al-Qur’an dengan kacamata zaman ini.
Bukan sekadar tafsir teks, tetapi pemahaman kontekstual yang menjawab problem ekonomi modern, dari ketimpangan distribusi, riba, hingga tantangan ekonomi digital dan keberlanjutan bumi.
Di dalamnya, Anda akan menemukan bagaimana nilai keadilan, zakat, wakaf, etika usaha, dan tanggung jawab manusia terhadap alam dirangkai menjadi satu bangunan ekonomi yang utuh.
Tafsir klasik dipertemukan dengan pemikiran ulama besar dan teori ekonomi modern, melahirkan perspektif yang jernih, kritis, sekaligus aplikatif untuk kehidupan nyata.
Buku ini tidak sekadar mengkritik kapitalisme dan sosialisme, tetapi menawarkan paradigma alternatif yang manusiawi dan berkeadilan.
Sebuah konsep ekonomi yang bernafaskan rahmatan lil-‘ālamīn, relevan untuk akademisi, praktisi, pengusaha, maupun siapa pun yang merindukan sistem ekonomi yang lebih bermakna dan berkelanjutan.
Jika Anda ingin memahami ekonomi bukan hanya sebagai alat mencari untung, tetapi sebagai jalan menghadirkan keadilan dan keberkahan, buku ini layak menjadi bacaan Anda hari ini.
Temukan cara pandang baru tentang ekonomi yang berakar pada nilai ilahi dan menjawab tantangan zaman sekarang.