Setiap Ramadan, umat Islam menjalankan puasa untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Namun, pernahkah Anda bertanya mengapa ibadah ini mampu melatih kesabaran, menguatkan pengendalian diri, menenangkan emosi, dan membentuk perilaku yang lebih baik?
Ternyata, perubahan selama berpuasa tidak hanya terjadi secara spiritual.
Tubuh dan otak juga menjalani proses biologis yang menakjubkan.
Buku Puasa Ramadhan, Neuroplastisitas dan Taqwa karya dr. Nurhadi Ibrahim, PhD hadir untuk menjembatani ajaran Islam dengan temuan sains modern.
Buku ini mengajak Anda memahami bagaimana puasa memengaruhi fungsi otak, kesehatan mental, perilaku, dan kesadaran spiritual.
Di dalamnya dibahas perubahan metabolisme tubuh, pembentukan keton, peningkatan BDNF, autophagy, hingga berbagai mekanisme neurobiologis yang mendukung neuroplastisitas.
Kemampuan otak untuk beradaptasi inilah yang berkaitan dengan meningkatnya fokus, perhatian, regulasi emosi, serta kemampuan mengendalikan diri.
Pembahasan ilmiah tersebut dipadukan dengan dalil Al-Qur’an dan Hadis yang relevan.
Dengan begitu, Anda dapat melihat bahwa puasa bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi juga proses pembentukan manusia secara menyeluruh—meliputi tubuh, pikiran, karakter, dan jiwa.
Buku ini relevan bagi akademisi, peneliti, praktisi kesehatan, pendidik, maupun pembaca yang ingin memahami hikmah puasa secara lebih mendalam.
Bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga untuk membantu Anda menjalani puasa dengan kesadaran dan pemaknaan yang lebih kuat.
Temukan hubungan menakjubkan antara puasa, perubahan otak, dan terbentuknya perilaku taqwa. Miliki bukunya sekarang dan pahami ibadah Ramadan melalui cahaya wahyu serta penjelasan ilmiah.