Apa jadinya jika menjadi mukmin, muslim, dan muhsin ternyata tidak serumit yang kita bayangkan—namun justru sangat dalam untuk diselami?
Di tengah hiruk pikuk perdebatan, tafsir yang saling bersilang, dan kegelisahan batin yang tak selalu terucap, banyak dari kita hanya ingin satu hal: memahami Islam dengan jernih, utuh, dan menenangkan jiwa.
Buku Pohon Islam karya Edi AH Iyubenu lahir dari perenungan mendalam di bulan Ramadhan, ditulis dengan energi spiritual yang mengalir tanpa henti.
Setiap halamannya seperti mengajak kita menyelam ke samudra iman, bukan untuk merasa paling benar, tetapi untuk kembali menjadi manusia yang sederhana di hadapan Allah Swt.
Di dalamnya, Islam dipahami sebagai pohon yang utuh.
Akarnya adalah iman yang menegasikan segalanya selain Allah.
Batangnya adalah syariat yang kokoh sebagai otoritas kebenaran, sementara cabang dan daunnya adalah akhlak, ihsan, dan kemanusiaan yang meneduhkan siapa pun tanpa memandang latar belakang.
Penulis mengajak kita melihat relasi iman, takwa, dan ihsan sebagai satu jembatan emas yang menyatukan hanifan musliman, shirathal mustaqim, dan ummatan wasathan dalam satu kesadaran yang dewasa dan beradab.
Sederhana di permukaan, namun luas dan mendalam dalam makna.
Buku ini bukan untuk memperdebatkan, melainkan untuk merenungkan.
Bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran dan akhlak karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Jika Anda sedang mencari pemahaman Islam yang utuh, seimbang, dan menyentuh batin tanpa kehilangan kedalaman filosofisnya, inilah saatnya membaca Pohon Islam.
Miliki sekarang, dan biarkan iman Anda tumbuh seperti pohon yang akarnya kuat, batangnya teguh, dan buahnya meneduhkan.