Pernah merasa doa sudah dipanjatkan sungguh-sungguh, namun yang datang justru musibah, kegagalan, atau jalan hidup yang terasa berlawanan dengan harapan?
Banyak orang berhenti pada rasa kecewa, tanpa pernah tahu bahwa di balik penolakan itu tersembunyi pemberian yang jauh lebih indah.
Buku Musibah Itu Pemberian Terbaik Allah Ta’ala mengajak Anda memandang ulang makna musibah dan keterbatasan.
Berangkat dari mutiara hikmah Al-Hikam karya Syaikh Ibnu ‘Atha’illah as-Sakandari, buku ini disajikan dengan bahasa yang ringan, renyah, dan reflektif, sehingga dekat dengan realitas hidup modern yang penuh tekanan dan kebisingan nilai.
Melalui kisah nyata para ulama dan refleksi spiritual yang hangat, pembaca dituntun membangun ketenangan batin, memurnikan niat, menata pergaulan, serta melepaskan ketergantungan berlebihan pada dunia.
Nilai tasawuf dihadirkan bukan untuk menjauhkan dari produktivitas, melainkan justru menumbuhkan kedewasaan iman, kejernihan berpikir, dan keikhlasan dalam amal serta usaha.
Di tengah arus materialisme dan kegaduhan makna hidup, buku ini menjadi wacana tandingan yang menyejukkan.
Ia menjembatani khazanah klasik dengan realitas masa kini, membantu pembaca menimbang ulang prioritas antara ikhtiar dan tawakkal, ambisi dan qana’ah, serta popularitas semu dan keberkahan yang hakiki.
Ditulis dari pengalaman hidup yang diuji dan disyukuri, setiap halamannya terasa jujur, membumi, dan relevan.
Jika Anda sedang mencari arah, ketenangan, dan makna di balik peristiwa yang tidak Anda pilih, buku ini layak menjadi teman perjalanan ruhani Anda.
Miliki sekarang, dan temukan bagaimana musibah bisa berubah menjadi pintu anugerah terbaik dari Allah Ta’ala.