Pernah merasa sudah berbicara dengan jelas, tetapi tetap disalahpahami?
Atau mengira seseorang tidak peduli, padahal sebenarnya ia hanya berbeda cara mengekspresikan?
Tanpa sadar, kita sering menilai terlalu cepat dari sampul, dari kesan pertama, dari emosi sesaat.
Dalam Mengapa Kita Sering Salah Paham? karya Eric Barker, Anda diajak menelusuri pertanyaan-pertanyaan yang jarang kita uji.
Benarkah sahabat di kala sulit selalu sahabat sejati?
Apakah cinta benar-benar menaklukkan segalanya?
Dan mengapa orang yang paling berbeda justru bisa menjadi orang paling tepercaya?
Dengan memadukan riset ilmiah, kisah nyata yang mencengangkan, serta humor yang cerdas, buku ini membongkar cara kerja hubungan manusia.
Dari teknik negosiasi sandera yang ternyata relevan dengan konflik rumah tangga, hingga kisah penipu ulung yang membangun karier selama puluhan tahun, semuanya membuka satu fakta penting: intuisi kita sering menipu.
Setiap halaman mengajak Anda melihat sisi lain dari konflik, perbedaan, dan prasangka.
Anda tidak hanya akan memahami orang lain dengan lebih jernih, tetapi juga mengenali bias dalam diri sendiri.
Hasilnya bukan sekadar wawasan, melainkan perubahan cara berinteraksi lebih tenang, lebih bijak, lebih efektif.
Bayangkan jika Anda mampu membaca situasi dengan lebih akurat, meredakan perdebatan sebelum memanas, dan membangun kepercayaan bahkan dengan orang yang berbeda pandangan.
Hubungan pribadi lebih harmonis, komunikasi kerja lebih kuat, keputusan lebih matang.
Buku ini bukan tentang siapa yang benar atau salah.
Ini tentang bagaimana memahami sebelum menghakimi.
Jika Anda ingin berhenti terjebak dalam salah paham yang sama berulang kali, saatnya melihat hubungan manusia dengan sudut pandang baru.
Dapatkan sekarang dan temukan mengapa apa yang selama ini Anda yakini… mungkin tidak sepenuhnya benar.