Di zaman ketika sains dan teknologi terasa mampu menjelaskan hampir segalanya, banyak orang mulai bertanya diam-diam: benarkah iman masih masuk akal?
Benarkah agama bisa berjalan seiring dengan ilmu pengetahuan?
Atau jangan-jangan keyakinan hanya diwariskan tanpa pernah benar-benar dipahami?
Pertanyaan seperti ini sering muncul bukan karena seseorang menolak iman, tetapi karena ia belum menemukan penjelasan yang jernih, rasional, dan dekat dengan cara berpikir manusia modern.
Buku Logika Keimanan karya Ahmad Ataka, PhD hadir untuk menjembatani keresahan itu.
Melalui pemikiran Imam Sanusi dalam Ummul Barahin, buku ini menunjukkan bahwa akidah Islam bukan sekadar soal percaya tanpa berpikir.
Justru, iman memiliki dasar rasional yang kuat, bisa dijelaskan, direnungkan, dan dipahami dengan logika yang sehat.
Dengan pendekatan yang mengaitkan akidah klasik dengan analogi sains dan teknologi masa kini, pembahasan dalam buku ini terasa lebih dekat, lebih terang, dan lebih relevan bagi pembaca hari ini.
Anda akan diajak melihat bahwa kemajuan ilmu bukan alasan untuk menjauh dari Tuhan, melainkan pintu untuk semakin memahami kebesaran-Nya.
Buku ini cocok untuk Anda yang ingin memperkuat keyakinan, menjawab keraguan, memahami akidah dengan lebih masuk akal, atau mencari pegangan iman yang tidak mudah goyah oleh narasi modern yang menyesatkan.
Karena iman yang kokoh bukan hanya lahir dari rasa percaya, tetapi juga dari pemahaman yang benar.
Miliki Logika Keimanan sekarang, dan temukan cara baru memahami akidah Islam dengan lebih jernih, rasional, dan menenangkan.