Dalam kehidupan sehari-hari, kesombongan kadang hadir begitu halus.
Merasa pendapat sendiri paling benar, sulit menerima nasihat, atau mudah melihat kekurangan orang lain.
Tanpa disadari, keinginan untuk menjadi baik bisa bergeser menjadi keinginan untuk merasa lebih baik daripada siapa pun.
Buku Keteladanan Iblis karya Nusa Putra mengajak pembaca berhenti sejenak dan melihat ke dalam diri.
Judulnya mengusik rasa penasaran, sementara renungannya mengajak kita memahami kesalahan Iblis sebagai cermin untuk mengenali sifat yang perlu dihindari.
Melalui sudut pandang spiritual dan perenungan, buku ini membahas kesombongan, rasa tinggi hati, serta sikap merasa lebih mulia yang dapat menjauhkan manusia dari kerendahan hati.
Bayangkan membaca sambil bertanya perlahan, “Apakah selama ini aku sungguh mau belajar, atau hanya ingin dibenarkan?”
Pertanyaan sederhana itu bisa menjadi awal untuk lebih terbuka menerima nasihat, berhati-hati menilai orang lain, dan jujur melihat kekurangan diri.
Bertumpu pada perenungan tentang sifat dan pilihan sikap, Keteladanan Iblis dapat menjadi teman membaca bagi siapa pun yang ingin memperkaya bahan introspeksi dan memahami makna memperbaiki diri.
Sebab, mengenali kesalahan tidak selalu harus dimulai dari melihat orang lain. Sesekali, kita perlu bercermin.
Miliki buku Keteladanan Iblis dan luangkan waktu untuk renungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.