RAHASIA-RAHASIA DI BALIK KEMARAHAN RASULULLAH SAW

-
Siapa bilang Rasul tidak pernah marah?


Banyak orang mengenal Nabi Muhammad SAW hanya sebagai pribadi yang lemah lembut dan tidak pernah marah.


Alasannya, Islam adalah agama rahmat yang hanya mengenal senyum tanpa pernah mengenal marah; hanya mengajarkan kabar gembira, dan tidak pernah memberi ancaman.


Memang, menurut kesaksian A’isyah, beliau tidak pernah marah ketika di sakiti seseorang. Bahkan tidak jarang beliau mendoakan kebaikan terhadap orang yang menyakitinya.


Tetapi beliau di utus sebagai basyiran (pemberi kabar gembira) sekaligus nadziran (pemberi ancaman).


Oleh karena itu, adakalanya dalam menjalankan misi tersebut, selain tersenyum, beliau juga pernah marah. Tentu, marah beliau ada alasan dan penyebabnya. Itu pun beliau lakukan sebagai media pembelajaran bagi para sahabat.


Buku yang berada di tangan anda ini akan merekonstruksi ulang semua peristiwa yang menyebabkan Rasulullah marah.


Dengan disertkan penyebabnya, di harapkan kita dapat mencegah jangan sampai beliau marah kepada kita. Anda akan dapat memetik mutiara hikmah dari tiap akhir kisahnya.


Jadi, waspadalah. Jangan-jangan apa yang kita lakukan selama ini bisa membuat beliau marah!

Sekilas Tentang Penulis



Dikenal sebagai al-Sayyid Muḥammad al-Mujāhid penulis al-Manahil, adalah seorang ahli hukum Syiah pada abad kedua belas/delapan belas dan ketiga belas/sembilan belas.


Sayyid Muhammad belajar di bawah cendekiawan seperti Sayyid 'Ali Tabataba'i dan al-'Allama Bahr al-'Ulum di Karbala, dan kemudian ia bermigrasi ke Isfahan di mana ia terlibat dalam pengajaran dan penulisan selama tiga belas tahun. Setelah ayahnya meninggal (tahun 1231/1815), ia kembali ke Karbala dan menjadi Marja' Syi'ah.


Periode Marja'iyya-nya bertepatan dengan Perang Rusia-Persia, dan seperti ulama Syiah lainnya, ia berperang melawan Rusia. Inilah sebabnya mengapa ia kemudian dikenal sebagai "Sayyid Muhammad al-Mujahid" (Sayyid Muhammad, Pejuang), meskipun gerakannya akhirnya dikalahkan dan mengarah pada Perjanjian Turkmenchay di mana kendali beberapa bagian Iran diserahkan ke Rusia.


Sayyid Muhammad meninggal di Qazvin dan jenazahnya dimakamkan di Karbala.
-

Daftar Isi

-
-
-
-

Spesifikasi Buku

-
Judul : Jangan Bikin Rasul Marah

Penulis : Muhammad Al-Mujahid

Penerbit : Aqwam

Ukuran : 15 x 23 cm
Tebal : 192 halaman

Sampul : Soft Cover

ISBN : 978-979-039-006-5

Kenapa Anda Harus Memiliki Buku ini?

Buku ini menyajikan masa-masa ketika Rasulullah marah, yang dijelaskan pula kemarahan beliau bukannya tanpa sebab. Namun marah karena adanya pernodaan terhadap perintah ataupun larangan Allah.
Buku ini tidak seperti biografi, namun lebih seperti sejarah kenabian Rasulullah. Tidak hanya perjalanan hidup yang bisa kita dapat melainkan juga pelajaran yang berguna.
Membaca buku ini, seolah membawa pembaca meloncat ke masa lalu. Tepatnya, pada masa-masa kenabian beliau.
Lewat buku ini kita bisa mengambil banyak pelajaran berharga dari peristiwa kemarahan beliau.
Buku ini di tulis dengan penceritaan dan penjelasan yang mudah dimengerti.

Testimoni Pelanggan Kami

-
-
-

Pengiriman Barang Setiap Hari

-
-

Berapa Harga Untuk Buku Langka ini?

Berapa Harganya?

298 Ribu

Untuk Hari ini Saja!!

DISKON 50%



Hanya 149 Ribu

Promo akan berakhir dalam :

21JAM
18MENIT
44DETIK

SEGERA PESAN SEKARANG KARENA PROMO TERBATAS DAN AKAN BERAKHIR TANPA ADA PEMBERITAHUAN TERLEBIH DULU!!

-

Sebagian keuntungan bersih diwakafkan untuk pembebasan lahan Pesantren Penghafal Al - Qur'an Gratis Darul Maula yang berlokasi di Limbangan Garut Jawa Barat

-
-
-
-
-
-

Garansi dan Pengiriman

-
Bisa COD / Bayar Di Tempat
Malas ke ATM dan tidak Punya Internet Banking..? atau Anda lebih nyaman bayar ketika barang sudah sampai? Tenang.. dengan berbelanja di toko kami, Anda bisa membayarnya setelah barang sampai alias COD. Transaksi Dijamin 100% AMAN!
-
Garansi Uang Kembali
Apabila barang yang di terima cacat / rusak / tidak sesuai gambar / tidak sesuai pesanan, bisa dikembalikan / direturn. Dan Garansi 100% Uang Kembali, jika barang tidak sampai.
-