Di tengah dunia yang mudah tersulut perbedaan, pernahkah kita berhenti dan bertanya: masihkah cinta menjadi napas keberagamaan kita?
Buku Islam Cinta, Kesetaraan, dan Ekoteologi hadir untuk mengajak pembaca kembali pada inti ajaran Islam yang sering terlupakan—cinta yang meluas, menenangkan, dan mempersatukan.
Melalui gagasan-gagasan yang jernih dan relevan, buku ini membuka kesadaran bahwa Islam tidak diturunkan untuk memperlebar jurang, melainkan untuk merawat hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.
Di dalamnya, Islam dipahami sebagai jalan kasih sayang, moderasi, dan keadilan yang hidup berdampingan dengan keberagaman.
Perspektif ini menghadirkan wajah Islam yang meneduhkan, bukan menghakimi.
Buku ini menumbuhkan kerinduan akan kehidupan yang lebih seimbang.
Ketika cinta menjadi fondasi beragama, relasi sosial menjadi lebih manusiawi dan kepedulian terhadap lingkungan tumbuh secara alami.
Pembaca diajak melihat bahwa krisis kemanusiaan dan kerusakan alam bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga persoalan spiritual yang menuntut kesadaran baru.
Dengan pendekatan yang reflektif dan membumi, buku ini meyakinkan bahwa agama memiliki peran besar dalam membangun masa depan yang damai.
Islam tidak berhenti pada wacana, tetapi menggerakkan tindakan nyata untuk menjaga harmoni hidup.
Inilah bacaan penting bagi siapa pun yang ingin memahami Islam secara lebih utuh, dewasa, dan relevan dengan tantangan zaman.
Kini saatnya memaknai kembali Islam sebagai sumber cinta dan keseimbangan.
Miliki buku ini dan temukan bagaimana nilai-nilai keislaman dapat menjadi kekuatan untuk merawat kehidupan, bukan sekadar simbol keyakinan.