Setiap hari manusia menerima pesan tanpa henti.
Berita lewat begitu cepat, opini menyebar dalam hitungan detik, dan media digital membuat siapa saja bisa bersuara.
Namun di tengah kemajuan teknologi komunikasi yang luar biasa, mengapa salah paham justru semakin sering terjadi? Mengapa orang mudah terprovokasi, cepat menghakimi, dan perlahan kehilangan kedalaman makna?
Buku Filsafat Komunikasi Era Media dan Algoritma karya Dr. Abdul Rasyid, M.A. M. dan Yoserizal Saragih, M.I.Kom. hadir untuk mengajak pembaca berhenti sejenak, merenungkan kembali hakikat komunikasi, dan memahami bahwa komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan, mengejar perhatian, atau membuat sesuatu menjadi viral.
Di balik layar media, algoritma, dan kecerdasan buatan, ada pertanyaan penting yang perlu dijawab: apakah komunikasi kita masih membawa kebenaran, kebaikan, dan tanggung jawab?
Melalui perspektif Islam, buku ini menghadirkan komunikasi sebagai amanah.
Nilai-nilai seperti qaul sadid, qaul ma’ruf, tabayun, serta teladan komunikasi profetik menjadi pijakan untuk menghadapi zaman ketika pesan mudah dipelintir, kebenaran sering tertinggal, dan perhatian manusia menjadi komoditas.
Buku ini cocok untuk mahasiswa, dosen, jurnalis, praktisi media, aktivis dakwah, pendidik, pembuat konten, dan masyarakat yang ingin memahami komunikasi secara lebih dalam, bijak, dan bernilai di era digital.
Karena komunikasi yang baik bukan hanya tentang didengar banyak orang, tetapi tentang menyampaikan makna dengan benar, menjaga akal tetap jernih, dan menjadikan pesan sebagai jalan kebaikan.
Miliki buku Filsafat Komunikasi Era Media dan Algoritma sekarang, dan temukan cara memahami komunikasi di era media, algoritma, dan kecerdasan buatan dengan lebih kritis, reflektif, dan berlandaskan nilai Islam.