Banyak orang mengira menerjemahkan Al-Qur’an hanyalah memindahkan bahasa Arab ke bahasa Indonesia.
Padahal, di balik setiap terjemahan, ada tanggung jawab ilmu, akidah, bahasa, dan pemahaman yang sangat dalam.
Satu kata bisa memiliki banyak makna, dan satu makna bisa mengubah cara seseorang memahami ayat Allah.
Buku Fikih Penerjemahan Al Quran karya Dr. Acep Hermawan, M.Ag. membuka wawasan kita tentang bagaimana para ulama dan para ahli menerjemahkan Al-Qur’an dengan hati-hati, penuh pertimbangan, dan tanggung jawab keilmuan.
Buku ini menjelaskan bahwa menerjemahkan Al-Qur’an bukan hanya soal bahasa, tetapi juga soal menjaga makna, menjaga akidah, dan menjaga pesan Allah agar tidak bergeser dari maksud aslinya.
Saat membaca buku ini, Anda akan mulai memahami mengapa satu ayat bisa diterjemahkan berbeda oleh para ulama, mengapa tidak semua kata bisa diterjemahkan secara harfiah, dan mengapa memahami terjemahan Al-Qur’an juga membutuhkan ilmu.
Buku ini sangat penting bagi siapa saja yang ingin memahami Al-Qur’an lebih dalam, bukan hanya dari terjemahannya, tetapi dari cara memahami terjemahan itu sendiri.
Karena bisa jadi selama ini kita membaca terjemahan Al-Qur’an, tetapi belum benar-benar memahami bagaimana terjemahan itu disusun.
Jika Anda ingin memahami Al-Qur’an dengan lebih hati-hati, lebih dalam, dan lebih berilmu, buku ini akan membuka cara pandang baru tentang Al-Qur’an yang selama ini mungkin belum pernah Anda pikirkan sebelumnya.
Miliki buku Fikih Penerjemahan Al Quran sekarang, dan mulailah memahami Al-Qur’an bukan hanya dari terjemahannya, tetapi dari ilmu di balik terjemahan tersebut.