Hidup berjalan cepat. Dari rumah ke pasar, dari pasar ke pekerjaan, dari pagi hingga malam. Semua tampak sibuk, penuh tujuan.
Namun pernahkah terlintas pertanyaan sederhana: untuk apa semua langkah ini dijalani?
Apakah hidup hanya tentang mengejar dunia, atau ada makna yang jauh lebih agung di balik setiap aktivitas harian kita?
Buku Berjumpa Allah di Pasar mengajak Anda melihat kehidupan dari sudut yang lebih dalam.
Bahwa di tengah keramaian, kesibukan, dan rutinitas yang melelahkan, sebenarnya ada ruang sunyi tempat hati bisa berjumpa dengan Allah.
Perjalanan menuju-Nya bukan soal menjauh dari dunia, melainkan menyelaraskan niat di dalamnya.
Bayangkan setiap aktivitas bekerja, berdagang, belajar, mengurus keluarga berubah menjadi jalan mendekat kepada Allah.
Tidak ada langkah yang sia-sia, tidak ada lelah yang kosong.
Buku ini menuntun pembaca untuk merasakan bahwa Allah selalu dekat, bahkan di saat hidup terasa paling riuh dan penuh tuntutan.
Dengan bahasa yang reflektif dan menenangkan, buku ini menegaskan satu kebenaran: Allah tidak pernah jauh.
Ketika niat diluruskan, setiap usaha menjadi ibadah, dan setiap langkah kecil disambut dengan kasih-Nya.
Inilah perjalanan hati yang nyata, relevan, dan bisa dijalani siapa saja, kapan saja.
Jika Anda ingin menemukan kembali makna hidup di tengah kesibukan, buku Berjumpa Allah di Pasar adalah teman perjalanan yang tepat.
Miliki bukunya sekarang, dan rasakan bagaimana hidup yang ramai pun bisa menjadi jalan pertemuan dengan Allah.