Pernahkah Anda mendengar anggapan bahwa semakin maju ilmu pengetahuan, semakin kecil ruang untuk percaya kepada Tuhan?
Banyak orang hari ini mulai ragu bukan karena kehilangan iman sepenuhnya, tetapi karena terus-menerus disuguhi narasi bahwa sains seolah mampu menjelaskan segalanya.
Asal-usul alam semesta, kehidupan, keteraturan, hingga kompleksitas makhluk hidup sering dibahas seakan semuanya terjadi tanpa arah, tanpa tujuan, dan tanpa Pencipta.
Di titik inilah Batu Karang Iman karya Yahya Muhammad hadir.
Buku ini tidak mengajak pembaca menolak sains. Justru sebaliknya, buku ini membawa pembaca masuk ke dalam percakapan besar antara iman, fisika, biologi, dan filsafat.
Dengan bahasa yang kuat dan argumentasi yang menggugah, penulis menunjukkan bahwa sains tidak pernah benar-benar bisa dilepaskan dari pertanyaan tentang makna, tujuan, dan keberadaan Tuhan.
Di dalamnya, Anda akan diajak melihat bagaimana argumen-argumen naturalisme sering kali tampak kokoh di permukaan, tetapi menyimpan banyak celah ketika berhadapan dengan keteraturan alam semesta, kompleksitas kehidupan, dan pertanyaan besar tentang asal mula segala sesuatu.
Batu Karang Iman cocok untuk Anda yang ingin memperkuat keyakinan di tengah derasnya pemikiran modern, memahami hubungan iman dan sains dengan lebih jernih, serta memiliki bekal berpikir saat berhadapan dengan pandangan yang meragukan keberadaan Tuhan.
Ini bukan buku yang sekadar menenangkan hati. Ini buku yang mengasah akal, meneguhkan iman, dan membantu pembaca berdiri lebih kokoh saat keyakinan diuji oleh berbagai pertanyaan zaman.
Jika Anda pernah merasa iman Anda diguncang oleh argumen sains yang terdengar meyakinkan, mungkin bukan iman Anda yang lemah.
Bisa jadi, Anda hanya belum menemukan jawaban yang tepat.
Miliki Batu Karang Iman sekarang, dan temukan cara baru memahami bahwa iman yang kokoh tidak harus takut pada ilmu pengetahuan.