Pernahkah Anda membaca Al-Qur’an, namun merasa ada lapisan makna yang belum sepenuhnya tersentuh?
Bukan karena kurang iman, melainkan karena cara kita mendekatinya selama ini terlalu sempit.
Padahal, Al-Qur’an hadir sebagai teks agung yang hidup, berbicara lintas zaman, dan terus menantang cara manusia memahaminya.
Buku Al-Qur’an: Kitab Sastra Terbesar mengajak Anda melihat Al-Qur’an dari sudut yang jarang disadari: sebagai karya sastra Arab paling agung.
Di sini, Al-Qur’an didekati sebagai teks yang membiarkan dirinya berbicara melalui bahasa, struktur, dan keindahan internalnya sendiri, tanpa ditarik oleh kepentingan ideologis sesaat.
Sebuah pendekatan yang tumbuh dalam tradisi keilmuan Islam, sekaligus relevan dengan realitas umat hari ini.
Melalui pembacaan yang jernih dan mendalam, buku ini membuka ruang dialog antara teks suci dan dinamika zaman.
Anda diajak memahami mengapa perbedaan tafsir adalah keniscayaan, bagaimana pergulatan pemikiran Islam modern terjadi, dan mengapa pendekatan sastra sering memicu perdebatan intelektual yang tajam.
Bacaan ini memperluas cakrawala, tanpa menggurui, tanpa menghakimi.
Karya ini tidak berdiri di ruang kosong. Ia menelusuri akar-akar pemikiran dalam khazanah klasik Islam, menunjukkan bahwa gagasan pembaruan bukanlah penyimpangan, melainkan bagian sah dari sejarah intelektual umat.
Dengan bahasa akademik yang tetap komunikatif, buku ini menjadi jembatan antara tradisi dan pembaruan.
Jika Anda ingin memahami Al-Qur’an secara lebih dewasa, reflektif, dan bertanggung jawab secara intelektual, buku ini layak ada di rak bacaan Anda.
Dapatkan sekarang, dan temukan kembali Al-Qur’an sebagai teks suci yang terus hidup dan berbicara kepada manusia sepanjang zaman.