Di tengah derasnya arus sains modern, banyak orang mulai bertanya: apakah agama masih relevan?
Atau justru iman harus disingkirkan demi rasionalitas?
Pertanyaan-pertanyaan ini sering muncul tanpa kita sadari, perlahan menggeser cara memaknai hidup.
Buku Agama, Sains, dan Ateisme hadir untuk membuka percakapan yang jarang dilakukan secara jernih.
Karya Sayyid Munir al-Khabbaz ini mengulas hubungan agama dan sains dari sudut pandang filsafat serta epistemologi Islam, sekaligus mengkritisi materialisme yang kerap dianggap sebagai satu-satunya kebenaran.
Di dalamnya, kritik terhadap ateisme baru—termasuk gagasan dalam The God Delusion karya Richard Dawkins—disampaikan secara ilmiah, tenang, dan beradab.
Buku ini mengajak Anda memahami bahwa iman dan akal tidak harus saling meniadakan.
Anda akan menemukan bagaimana argumen rasional justru dapat memperkuat keyakinan, serta bagaimana agama memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan terdalam yang tidak mampu disentuh oleh sains semata.
Lebih dari sekadar bantahan terhadap ateisme, buku ini menegaskan peran agama dalam memberi makna hidup, membangun etika, dan menopang peradaban manusia.
Sains dijelaskan sebagai cara memahami bagaimana alam bekerja, sementara agama hadir untuk menjawab mengapa semua itu bermakna.
Pendekatan ini membuat dialog iman dan nalar terasa seimbang, dewasa, dan relevan dengan tantangan zaman.
Jika Anda ingin memahami relasi agama, sains, dan ateisme secara utuh, rasional, dan menenangkan, buku ini adalah bacaan yang tepat.
Miliki sekarang, dan temukan kembali harmoni antara berpikir kritis dan keyakinan yang bermakna.